Selasa, 19 Februari 2013

Naskah Drama Ande-Ande lumut



1 Babak  yang menarik :)

“Ande Ande Lumut”



Pada hari sayembara itu dimulai, Kleting Abang, Kleting Hijau, dan Kleting Biru pun segera berdandan sangat mencolok. Mereka mengenakan pakaian paling bagus dan perhiasan yang indah. Saat mereka sedang asyik berdandan, Kleting Kuning mendekati mereka.

Kleting Kuning                 : “Wah, kalian cantik sekali” (kata kuning yang memuji mereka).
Kleting Merah            : “Hai, Kleting Kuning ! Apakah kamu ingin mengikuti syembara juga?”(dengan sedikit membentak pada Kleting Kuning dan mengayunkan kipasnya).
Kleting Hijau         : “Ah, tidak mungkin! Baju bagus pun kamu tak punya. Apakah kamu mau ikut sayembara dengan baju seperti itu?” (dengan nada mencela).
Kleting Biru                 : “Benar, kamu tidak pantas ikut sayembara ini ! Lebih baik kamu di rumah mengurus semua pekerjaanmu. Ayo pergilah... ke sungai mencuci semua pakaian kotor itu!” (menunjuk ke pakaian ganti mereka yang kotor dengan suara berteriak kepada Kleting kuning yang termenung ketakutan).
Kleting Kuning           : “Baiklah.. aku akan mencuci pakaian-pakaian kotor ini,” (dengan suara yang lembut,  sembari mengumpulkan pakaian yang kotor)

Kleting kuning segera mengumpulkan pakaian kotor itu lalu pergi ke sungai. Sebenarnya, ia pun tidak tertarik untuk mengikuti sayembara itu, karena ia masih teringat kepada suaminya, Panji Asmarabangun. Ketika ia sedang mencuci di sungai dengan tatapan melamun, tiba-tiba Peri burung bangau datang menghampirinya.

Peri Burung bangau    : “Wahai, Tuan Putri! Pergilah ke Desa Dadapan mengikuti sayembara itu ! Disana  Tuan Putri akan bertemu dengan Panji Asmarabangun. Bawalah lidi ini ! Jika sewaktu-waktu  Tuan putri membutuhkan pertolongan, Tuan putri boleh menggunakannya,” (dengan anggunnya, sembari memberikan lidi itu kepada Kleting Kuning)

Kleting Kuning           : “Terimakasih, tetapi siapa kamu...” (dengan herannya dan seketika berhenti mencuci)

Burung itu tidak menjawab dan langsung terbang begitu saja. Walupun Kleting kuning masih sangat heran, tetapi Kleting tahu maksud dari Peri burung bangau itu. Tanpa berfikir panjang lagi, Kleting Kuning pun segera kembali ke rumah dan bersiap-siap berangkat menuju Desa Dadapan.

Sementara itu, Ketiga saudara dan ibu angkatnya telah berangkat terlebih dahulu. Kini mereka telah sampai di tepi Sungai Bengawan Solo. Mereka kebingungan karena harus menyeberangi sungai yang luas dan dalam itu sementara tak satupun perahu yang tampak di tepi sungai.

Kleting Hijau              : “Bu, bagaimana caranya kita menyeberangi sungai ini?” (menarik lengan ibunya dengan ekspresi bingung)
Kleting Biru                : “Iya, Bu ! Apa yang harus kita lakukan?” (melihat ke arah ibunya dengan bingungnya)
Kleting Merah             : “Hai, coba lihat itu ! Makhluk apa itu?” (menunjuk kearah Yuyu Kangkang dengan terkejut)
Ibu Kleting                   :  “Itu si Yuyu Kangkang penguasa sungai ini kita harus berhati-hati padanya,” (bisik ibu Kleting kepada anaknya, sembari memeluk kedua anaknya)
(Yuyu Kangkang mendekati mereka )
Kleting Merah             : “Hai... Yuyu Kangkang.. ! Maukah kamu membantu kami menyeberangi sungai ini?” (berteriak dengan tangan di kedua sisi pipinya)
Yuyu Kangkang          : “Ha...ha...ha...!!! Aku akan membantu kalian, tapi kalian harus memenuhi satu syarat,” (tertawa lebar, dengan suara yang tegas)
Klenting Hijau            : “Apakah syaratmu itu, hai Yuyu Kangkang? Katakanlah !” (mendesak Yuyu Kangkang)
Ibu Kleting                  : “Apapun syaratmu kami akan memenuhinya asalkan kami dapat menyebrangi sungai ini!” (dengan sombongnya, dengan kedua tangan dipinggang)
Yuyu Kangkang          : “Syaratnya kalian harus berjabat tangan terlebih dahulu sebelum aku mengantar kalian keseberang sungai ini,” (mengambil kesempatan untuk menambah pengikutnya)
Ibu Kleting                  : “Baiklah... itu masalah gampang, yang penting kita harus cepat sampai ke seberang sungai ini!” (dengan suara lantang dan sombong, sembari bergaya seperti bos)

Akhirnya Ibu Kleting dan ketiga anaknya menerima persyaratan dan satu persatu mereka berjabat tangan dengan si Yuyu Kangkang. Setelah itu, Yuyu Kangkang pun segera mengantar mereka ke seberang sungai. Selang beberapa saat kemudian, Kleting kuning juga tiba di tepi sungai.   

Kleting Kuning           : “Yuyu Kangkang maukah kamu membantu saya menyeberangi sungai ini?” (dengan suara lembut dan sabar, sembari melihat kearah Yuyu Kangkang)
Yuyu Kangkang          : “Ha...ha...ha...!!! Aku akan membantu kamu, tapi kamu harus memenuhi satu syarat,” (tertawa lebar, dengan suara yang tegas)
Kleting Kuning           : “Apa itu... apa yang harus saya lakukan?” (dengan pasrahnya)
Yuyu Kangkang         : “Kamu harus berjabat tangan terlebih dahulu sebelum aku mengantar kamu keseberang sungai,” (mengambil kesempatan untuk menambah pengikutnya)
Kleting Kuning           : “Tidak... Aku tidak mau! Hal yang lain saja, aku akan turuti asalkan tidak menodai tanganku yang masih suci ini !” (seraya menyela perkataan Yuyu Kangkang)
Yuyu Kangkang          : “Yasudah berarti kamu tidak akan bisa menyebrangi sungai ini! Hanya itu saja persyaratan yang ku punya! Jadi kalau kamu tidak mau ya sudah tidak apa-apa!” (sembari menggrutu dan mengejek si Kleting Kuning)
Kleting Kuning           : “Ayolah... aku mohon... aku mohon Yuyu Kangkang ?” (memohon dengan pasrah)
Yuyu Kangkang          : “Tidak, ya tetap tidak... Persyaratanku ini tidak bisa diganggu gugat!” (dengan teguh pendirian)
Kleting Kuning           : “Ya sudah jika itu maumu.. aku akan buat sungai ini menjadi kering..! Hiaat... (dengan habis kesabaran, sembari menebaskan lidinya ke sungai)

Seketika, sungai menjadi itu sungai itu menjadi surut. Melihat hal itu, Yuyu Kangkang menjadi ketakuatan dan segera menyeberangkan Kleting Kuning bahkan sekaligus mengantarnya hingga sampai di Desa Dadapan. Setibanya dirumah Mbok Randa, Kleting Kuning bertemu dengan Ketiga saudara dan Ibu angkatnya.

(Kleting kuning tiba dan langsung duduk di sebelah ibu dan saudara-saudara angkatnya)
Ibu Kleting                  : “Ngapain kamu kesini bukannya kamu harus menyelesaikan pekerjaanmu...!” (bisik Ibu Kleting pada Kleting kuning, dengan nada yang sinis)
Kleting-kleting            : “Iya ngapain kamu kesini! Merusak acara saja!” (berbisik sembari marah)
Kleting Kuning           : “Kuning hanya ingin... Apakah kuning tidak boleh?” (dengan lugunya)
Pengawal 1               : “Ssshh...! Sayembara akan dimulai harap diam” (dengan tegas)
Sayembara pun dimulai. Secara Bergiliran Kleting Merah, dan kedua adiknya memperkenalkan diri dan menunjukkan kecantikannya dengan gaya masing-masing.
Kleting Merah             : “Saya Kleting Merah dari desa Seberang, lihatlah kecantikan saya...” (sembari menunjukkan kecantikannya dengan memutar tubuhnya)
Ande Ande Lumut : “ Tidak, aku tidak mau kamu yang menjadi istriku nanti! Berikutnya?” (menggeleng menolak)
Kleting Hijau              : “Saya Kleting Hijau dari desa Seberang, lihatlah kecantikan saya...” (sembari menunjukkan kecantikannya dengan memutar tubuhnya)
Ande Ande Lumut : “ Tidak, aku tidak mau kamu yang menjadi istriku nanti! Berikutnya?” (menggeleng menolak)
Kleting Biru                : “Saya Kleting Biru dari desa Seberang, lihatlah kecantikan saya...” (sembari menunjukkan kecantikannya dengan memutar tubuhnya)
Ande Ande Lumut     : “Tidak, aku tidak mau kamu yang menjadi istriku nanti! Berikutnya?” (menggeleng menolak)
Ibu Klenting                : “Ampun Pangeran! Hamba mohon, terimalah salah seorang dari ketiga putriku ini! Kurang cantik apalagi, mereka dengan dandanan yang sebagus itu?” (dengan ibanya, semabari belutut memohon)
Ande Ande Lumut     : “Memang benar ketiga putri Nyai cantik semua. Tapi, aku tetap tidak akan memilih seorang pun dari mereka,”(tanpa memberikan alasan dan hanya tersenyum)
Ande Ande Lumut     : “Pengawal ! Tolong panggilkan gadis yang duduk paling belakang itu. (dengan menunjuk ke arah Klenting kuning)

 Rupanya, gadis yang di tunjuk oleh Ande Ande Lumut itu adalah Kleting Kuning. Ketika Kleting Kuning menghadap kepadanya, Pangeran tampan itu bangkit dari singgasananya.

Ande Ande Lumut     : “Aku memilih gadis ini sebagai permaisuriku,” (dengan memegang sisi pundaknya untuk diberitahukan kepada orang-orang yang berada di sana)
 (Betapa terkejutnya semua orang yang hadir di tempat itu, terutama Nyai Intan dan ketiga putrinya).
Ibu Kleting                  : “Ampun, Pangeran ! Kenapa Pangeran lebih memilih gadis yang tak terurus itu dari ketiga putriku yang cantik dan menarik ini?” (dengan rasa ingin tahunya)
Ande Ande Lumut     : “Wahai , Nyai Intan! Ketahuilah, aku tidak memilih seorang pun dari putrimu, karena mereka ‘bekas’ si Yuyu Kangkang. Aku memilih gadis ini karena dia lulus ujian, yakni menolak untuk berjabat tangan dengan si yuyu kangkang,”(dengan bijaksananya)

Mendengar penjelasan itu, ibu klenting dan ketiga putrinya baru sadar bahwa mereka di tolak oleh Ande Ande Lumut karena tidak lulus ujian.

Ande ande Lumut      : “Sebenarnya saya memang sedang mencari Dewi Sekartaji yang selama ini menyamar menjadi Kleting Kuning.” (dengan bicara gagah berani dan bijaksana)
Kleting Kuning           : “Apakah benar kamu adalah Panji Asmarabangun yang selama ini aku cari?” (senang dan sungguh tidak menyangka)
Ande Ande Lumut     : “Ya benar, saya adalah Panji Asmarabangun, pangeran dari Kerajaan Jenggala. (dengan teguhnya)
Kleting Kuning           : “Wah.. Syukurlah kalau begitu..” (begitu amat senang, dengan memegang sisi pundak  Ande Ande Lumut)
Ande ande lumut        : “Mbok saya ucapkan terimakasih atas semua bantuan mbok kepada saya  dan sebagai ucapan terimakasih ikut sertalah dengan kami untuk tinggal di istana Jenggala.”(sembari menghadap Mbok Randa yang selalu berada di sampingnya)

Mbok Randa               :  “Baiklah anakku, aku akan ikut bersama kalian.” (tersenyum bahagia karena mendapat keluarga kembali setelah sekian lama)

Akhirnya, sepasang suami isteri yang dulunya terpisah sekarang telah bertemu kembali dan hidup bahagia dengan Mbok Randa yang mendampingi mereka berdua.


#gambarnya ambil dari : http://www.google.co.id/imgres?hl=id&sa=X&tbo=d&biw=1366&bih=653&tbm=isch&tbnid=UAXdaH21QEyxlM:&imgrefurl=http://indocg.com/forums/viewtopic.php%3Fid%3D4785&docid=588w-2Am2_tt6M&imgurl=http://fc02.deviantart.net/fs71/i/2011/272/0/9/ande_ande_lumut_by_venneta-d4b9exr.jpg&w=900&h=563&ei=esEhUe7ePMnprAfwsYA4&zoom=1&ved=1t:3588,r:17,s:0,i:133&iact=rc&dur=1437&sig=105927663515489644407&page=1&tbnh=177&tbnw=284&start=0&ndsp=19&tx=195&ty=65

Senin, 18 Februari 2013

LAYANG PRIBADI




Surabaya, 20 Januari 2012
  
Katur Ingkang  Kula Khurmati,
Bapak lan Ibu guru ,
Ing Sekolahan


“Assalamu’alaikum Wr.Wb”
Kula saking wali murid badhe ngentosi manawi putri kula sing namine: (JENENGMU). Mboten saged mlebet sekolah amarga wonten kawinan mbakyune

Sampun Cekap semanten atur kula, manawi wonten kirangan kula nyuwun pangapunten.


“Wassalamu’alaikum Wr.Wb”
Wali Murid



                             

GERAKAN SENAM IRAMA "SMP" KELAS IX


"SENAM   IRAMA"
KELAS IX

"Gerakan Pemanasan"

1.       Salam 3 x 8 secara bergantian.

2.       Kedua tangan di pinggang, kepala di gerakkan patah  ke kanan dan ke kiri (1 x 8 ).

3.       Kedua tangan di pinggang, kepala di gerakkan menoleh  ke kanan dan ke kiri (1 x 8).             

4.       Kedua tangan di pinggang, kepala di gerakan anggukkan ke atas dan ke bawah 1 x 8.                                

5.       Putar kepala kekanan dan kekiri di balas kekiri dan kekanan  1 x 8.   

6.       Tangan mengepal dengan di tekuk kedepan dada dengan menganyunkan kesamping  belakang 2x  dan merentangkan 2x  (1 x 8).

7.       Tangan lurus ke kanan diayunkan  ke  atas  2x  serta  tangan kiri diayunkan  ke bawah 2x dan  sebaliknya (1 x 8).

8.       Tangan kanan 2x diayunkan ke atas serong kiri dan sebaliknya 1 x 8.

9.     Satukan kedua tangan angkat ke atas dengan tangan  diposisikan terbalik dan kaki jinjit 1 x 8.

10.  Satukan kedua tangan kebawah dengan tangan  diposisikan terbalik 1 x 8.

11.            Satukan kedua tangan kekanan dengan tangan  diposisikan terbalik dan kaki jinjit 1 x 8.

12.            Satukan kedua tangan kekiri dengan tangan  diposisikan terbalik dan kaki jinjit 1 x 8.

13.            Kedua  tangan  di belakang  leher dan menolehkan kekanan 1x 8 dan kekiri 1x 8.

14.             Kedua tangan di belakang leher dan kaki kanan di tekuk kekanan 1x8 dan sebaliknya  1x 8.


Gerakan Inti

1.       Jalan di tempat 2 x 8.

2.       Patahkan kepala kekanan 2x, kekiri 2x sembari menggerakan kaki kesamping kanan 2x , kiri 2x  (2 x 8).

3.       Tolehkan kepala kekanan 2x, kekiri 2x sembari menggerakkan kaki kesamping kanan 2x, kekiri 2x  (2 x 8) .

4.       Anggukan kepala ke atas 2x, kebawah 2x dan menggerakkan kaki kesamping kanan 2x, kekiri 2x  (2 x 8)

5.       Gerakan bahu naik turun dengan gerakan kaki menggeser kekanan dan kekiri 1 x 8

6.       Gerakkan bahu memutar ke depan dengan gerakan kaki kanan dan ke kiri 1 x 8

7.       Gerakkan bahu memutar ke belakang dengan gerakan kaki kekanan ke kiri 1 x 8

8.       Tangan mengepal dengan di tekuk kedepan dada dengan menganyunkan kesamping  belakang 2x  dan merentangkan 2x  sembari menggerakkan kaki kekanan dan kekiri 1 x 8

9.                 Tangan mengepal dengan di tekuk kedepan muka dan kesamping di ikuti gerakan kaki 2 x 8

10.  Kedua tangan di kepalkan di tekuk di gerakkan ke atas, sambil kaki diangkat kekanan kekiri sampai hitungan ke 4, hitungan ke 5 jalan mundur sambil tangan lurus mendorong ke depan (2x8)

11.  Kepalkan kedua tangan naik turun sambil di ikuti kaki juga naik turun 1 x 8

12.  Jalan ditempat 1 x 8

13.  Kedua tangan di rentangkan kekanan, lalu di angkat putar keatas pada hitungan  ke lima disertai kaki jinjit secara bergantian 2 x 8

14.  Tangan kanan direntangkan dan tangan kiri di depan dada disertai kaki kiri di angkat 1x8   dan sebaliknya 1x8




Gerakan Pendinginan

1.       Salam 2 x 8

2.       Kepala di tekuk kekanan, sedangkan tangan kanan memegang kepala, kemudian sedikit di tarik 1x8 dan sebaliknya kekiri 1 x 8

3.       Tolehkan kepala kekanan sedangkan tangan kanan memegang pipi mengarah ke kanan 1 x 8 dan sebaliknya kekiri 1 x 8

4.       Kedua telapak tangan di satukan lalu mendorong  dagu ke atas 1x8 dan kebawah 1x8

5.       Tangan kanan diserong kekiri atas,  dan tangan kiri serong ke kanan bawah 1 x 8 dan sebaliknya 1 x 8

6.       Kaki kanan ditekuk, lalu diangkat didepan perut dan kedua tangan memegang betis kaki kanan 1 x 8 dan sebaliknya 1 x 8

7.       Kaki kanan ditekuk , lalu diangkat kebelakang dan tangan kanan memegang ujung kaki 1 x 8 dan sebaliknya 1x8

8.       Kaki kanan ditekuk secara horizontal kedepan paha kanan 1 x 8 dan  sebaliknya 1 x 8

9.       Merentangkan tangan, lalu mengayunkan badan  (2x8)

10.  Tangan kanan diluruskan diarahkan kekiri dan tangan kiri memegang siku tangan kanan dan sebaliknya kanan, diikuti kaki yang ditekuk jika arah kiri ditekuk kekiri jika arah kanan ditekuk ke arahkanan  1 x 8 kiri 1 x 8



#fotonya nyusul ea :D

Selasa, 12 Februari 2013

"Bunyi" kelas 8

Bunyi


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bunyi atau suara adalah pemampatan mekanis atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara.
Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.
Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik.
Kenyaringan dan desibel
Bunyi kereta lebih nyaring daripada bunyi bisikan, sebab bunyi kereta menghasilkan getaran lebih besar di udara. Kenyaringan bunyi juga bergantung pada jarak kita ke sumber bunyi. Kenyaringan diukur dalam satuan desibel (dB). Bunyi pesawat jet yang lepas landas mencapai sekitar 120 dB. Sedang bunyi desiran daun sekitar 33 dB.
Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.
Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20.000 Hz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20.000 Hz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik.

 Gema

Gema terjadi jika bunyi dipantulkan oleh suatu permukaan, seperti tebing pegunungan, dan kembali kepada kita segera setelah bunyi asli dikeluarkan. Kejernihan ucapan dan musik dalam ruangan atau gedung konser tergantung pada cara bunyi bergaung di dalamnya. Suara gema merupakan efek suara pantulan yang mengalami penundaan waktu (delay line) dari pantulan suara setelah suara asli kita dengar.
Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara jadi, gema adalah gelombang pantul yang mengalami penundaan waktu reaksi dari gelombang yang dipancarkan bunyi.

Gelombang bunyi

Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar maju-mundur. Tiap saat, molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat, sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi, tapi di tempat lain merenggang, sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. Gelombang bertekanan tinggi dan rendah secara bergantian bergerak di udara, menyebar dari sumber bunyi. Gelombang bunyi ini menghantarkan bunyi ke telinga manusia,Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal.

 Kecepatan bunyi

Bunyi merambat di udara dengan kecepatan 1.224 km/jam. Bunyi merambat lebih lambat jika suhu dan tekanan udara lebih rendah. Di udara tipis dan dingin pada ketinggian lebih dari 11 km, kecepatan bunyi 1.000 km/jam. Di air, kecepatannya 5.400 km/jam, jauh lebih cepat daripada di udara.

Resonansi

Suatu benda, misalnya gelas, mengeluarkan nada musik jika diketuk sebab ia memiliki frekuensi getaran alami sendiri. Jika kita menyanyikan nada musik berfrekuensi sama dengan suatu benda, benda itu akan bergetar. Peristiwa ini dinamakan resonansi. Bunyi yang sangat keras dapat mengakibatkan gelas beresonansi begitu kuatnya sehingga pecah.

SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Bunyi

Senin, 04 Februari 2013

USAHA PELESTARIAN FLORA DAN FAUNA


PENYEBAB KEPUNAHAN HEWAN DAN TUMBUHAN


Hewan dan tumbuhan di dunia ini semakin hari semakin terdesak kehdupannya oleh bebrapa aktivitas manusia, perubahan iklim. sehingga, sedikit banyak terdapat hewan dan tumbuhan pun yang berkurang jumlahnya dan lambat tahun mengalami kepunahan,

Berikut beberapa penyebab kepunahan hewan dan tumbuhan:
1. Bencana Alam
Gempa yang dahsyat, tsunami, gunung meletus bisa mengurangi jumlah komunitas hewan dan tumbuhan. Adanya bencana super dahsyat seperti tumbukan meteor seperti yang terjadi ketika jaman dinosaurus memungkinkan banyak spesies yang mati dan punah tanpa ada satu pun yang selamat untuk meneruskan keturunan di bumi. Sama halnya dengan jika habitat spesies tertentu yang hidup di lokasi yang sempit terkena bencana besar seperti banjir, kebakaran, tanah longsor, tsunami, tumbukan meteor, dan lain sebagainya maka kepunahan mungkin tidak akan terelakkan lagi.

2. Kebakaran Hutan
Terbakarnya Hutan pada setiap musim kemarau baik yang terjadi secara alami maupun akibat aktivitas pembukaan lahan oleh manusia, sangat merusak habitat satwa liar tersebut. bahkan tak jarang satwa-satwa liar tersebut yang ikut mati terbakar.

3. Didesak Populasi Lain Yang Kuat
Kompetisi antar predator seperti macan tutul dengan harimau mampu membuat pesaing yang lemah akan terdesak ke wilayah lain atau bahkan bisa mati kelaparan secara masal yang menyebabkan kepunahan.

4. Aktivitas Manusia
Adanya manusia terkadang menjadi malapetaka bagi keseimbangan makhluk hidup di suatu tempat. Manusia kadang untuk mendapatkan sesuatu yang berharga rela membunuh secara membabi buta tanpa memikirkan regenerasi hewan atau tumbuhan tersebut. Gajah misalnya dibunuhi para pemburu hanya untuk diambil gadingnya, harimau untuk kulitnya, monyet untuk dijadikan binatang peliharaan, dan lain sebagainya.
Perubahan areal hutan menjadi pemukiman, pertanian dan perkebunan juga menjadi salah satu penyebab percepatan kepunahan spesies tertentu. Mungkin di jakarta jaman dulu terdapat banyak spesies lokal, namun seiring terjadinya perubahan banyak spesies itu hilang atau pindah ke daerah wilayah lain yang lebih aman.

5. Perburuan Satwa Liar / Satwa Langka
Perburuan terhadap satwa liar sebenarnya telah dimulai dari jaman nenek moyang kita. Namun pada jaman itu nenek moyang kita berburu binatang untuk dikomsumsi. Berbeda dengan jaman sekarang, berburu binatang liar tujuan utamanya tidak lagi untuk di komsumsi, tapi untuk di ambil bagian tubuhnya untuk dibuat kerajinan seperti kerajinan kulit dan lain-lain. dan yang lebih parah lagi ada juga yang berburu satwa liar hanya untuk hobi.

6. Perdanganya Satwa Liar / Satwa Langka
Besarnya potensi keuntungan yang diperoleh dari perdangan satwa liar khusunya satwa langka telah mendorong meningkatnya aktivitas perdagangan satwa. Semakin langka satwa tersebut maka harganya akan semakin mahal. Ini merupakan ancaman yang sangat serius bagi kelestarian satwa liar terutama satwa-satwa yang sudah langka.

7. Pembalakan Hutan
Hutan merupakan tempat tinggal (habitat alami) bagi sebagian besar satwa liar, khusunya di daerah tropis seperti Indonesia. Tingginya aktivitas pemalakan hutan (pembalakan liar) yan terjadi, telah menggangu dan merusak serta menghilangkan habitat para satwa liar tersebut.


8. Pembangunan Pemukiman
Semakin bertambahnya jumlah penduduk dan semakin sempitnya lahan pemukiman yang tersedia maka sebagai konsekuensinya hutanlah satu-satunya pilihan untuk disulap menjadi pemukiman. dengan begitu satwa liar akan semakin tergusur dan terdesak dari habitatnya.

Flora dan fauna adalah kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan sangat berguna bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya di bumi. Untuk melindungi binatang dan tanaman yang dirasa perlu dilindungi dari kerusakan maupun kepunahan, dapat dilakukan beberapa macam upaya manusia dengan Undang-Undang, yaitu seperti :
1. Suaka Margasatwa
Suaka margasatwa adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hewan/binatang yang hampir punah. Contoh : harimau, komodo, tapir, orangutan, dan lain sebagainya. contoh suaka margastwa Muara Angke.

2. Cagar Alam

Pengertian/definisi cagar alam adalah suatu tempat yang dilindungi baik dari segi tanaman maupun binatang yang hidup di dalamnya yang nantinya dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan di masa kini dan masa mendatang. Contoh : cagar alam ujung kulon, cagar alam way kambas, dsb.
3. Perlindungan Hutan

Perlindungan hutan adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hutan agar tetap terjaga dari kerusakan. Contoh : hutan lindung, hutan wisata, hutan buru, dan lain sebagainya.
4. Taman Nasional
Taman nasional adalah perlindungan yang diberikan kepada suatu daerah yang luas yang meliputi sarana dan prasarana pariwisata di dalamnya. Taman nasional lorentz, taman nasional komodo, taman nasional gunung leuser, dll.

5. Taman Laut
Taman laut adalah suatu laut yang dilindungi oleh undang-undang sebagai teknik upaya untuk melindungi kelestariannya dengan bentuk cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata, dsb. Contoh : Taman laut bunaken, taman laut taka bonerate, taman laut selat pantar, taman laut togean, dan banyak lagi contoh lainnya.

6. Kebun Binatang / Kebun Raya
Kebun raya atau kebun binatang yaitu adalah suatu perlindungan lokasi yang dijadikan sebagai tempat obyek penelitian atau objek wisata yang memiliki koleksi flora dan atau fauna yang masih hidup.


SUMBER : http://geographyeducation.wordpress.com/2011/11/02/usaha-pelestarian-flora-dan-fauna/





Perkembangan Teknologi

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional.
bahwa keadaan ini membahayakan lingkungan dan mengucilkan manusia; penyokong paham-paham seperti transhumanisme dan tekno-progresivisme memandang proses teknologi yang berkelanjutan sebagai hal yang menguntungkan bagi masyarakat dan kondisi manusia. Tentu saja, paling sedikit hingga saat ini, diyakini bahwa pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat manusia, tetapi kajian-kajian ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya dan komunitas lumba-lumba tertentu telah mengembangkan alat-alat sederhana dan belajar untuk mewariskan pengetahuan mereka kepada keturunan mereka.

SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi

Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup

 IPA kelas IX

"Kelangsungan Hidup Makhluk hidup" 


Setiap Makhluk Hidup harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya untuk menjaga kelangsungan hidupnya.
Ada tiga macam Adaptasi yitu :

1. Adaptasi Morfologi adalah penyeseuaina makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh yang berlangsung sangat lama untuk kelangsungan hidupnya. Contohnya : Bentuk kaki unggas,Bentuk paruh unggas, Tumbuhan xerofit, Tumbuhan Higrofit, dan masih banyak lagi.

2. Adaptasi Fisiologi  adalah penyesuain diri makhluk hidup melalui fungsi kerja organ-organ tubuh supaya bisa bertahan hidup. Contohnya : Ikan air laut menghasilkan urine yang lebih pekat dibandingkan dengan ikan air tawar, Rayap dan Teredo navalis yang hidup di galangan kapal dapat mencerna kayu dengan bantuan enzim selulase yang terdapat didalam tubuhnya, Jumlah sel darah darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih tinggi dibandingkan orang yang tinggal di dataran rendah (hal ini untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh, Mata manusia dapat menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang diterimanya, Bau yang khas pada bunga dapat mengundang datangnya serangga untuk membantu penyerbukan, dan masih banyak lagi.

3. Adaptasi Tingkah Laku adalah penyesuain diri makhluk hidup terhadap lingkungan dengan mengubah tingkah laku supaya dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Cotohnya : Cecak dan kadal memutuskan ekornya saat terancam musuh tau pemangsa, Paus dan lumba-lumba muncul ke permukaan air ketika mengambil oksigen untuk pernafasannya, dan masih banyak lagi.


SELEKSI ALAM
Seleksi alam adalah proses alam yang dapat memilih organisme yang mampu bertahan hidup atau tidak dapat bertahan hidup di alam. Oraginsme yang berhasil lolos dari seleksi alam akan mampu bertahan hidup.